kucing

kucing
hewan

Selasa, 11 Februari 2020

Tugas 4


Sahabat Yang Dirindukan


Namaku irma aryanti aku mempunyai 1 orang sahabat  baik,cantik dan juga pintar.Aku memang baru mengenalnya tapi dia sosok sahabat yang baik yang pernah aku kenal.Saat pertama kali aku  bertemu dengannya dia membatu masalah yang aku alami waktu ini dia menolongku keluar dari masalah yang aku alami.Kita satu sekolah tetapi kita tidak satu kelas.Tapi selalu menyempatkam setiap jam istirahat  selalu menghabiskan waktu bersama.

Saat bersama, kita bersama tertawa melakukan hal-hal seperti layaknya anak kecil bermain congklak dan seperti anak remaja pada umumnya.Aku sering bermain bersama ke rumahnyah,kita bersama bermain menghabiskan waktu dirumah.Begitu pun kadang bermain dirumahku hingga orang tua ku menganggap sebagai anak sendiri begitu pun dengan dia.Aku sangat senang memiliki sahabat seperti dia yang selalu ada.


Sampai tiba saatnya dihari pertama masuk sekolah ,saat itu aku tidak bertemu karena hibur sekolah,saat itu kami sudah 2 tahun bersama,tapi tiba-tiba dia berubah dia melupakan kenangan demi kenangan yang kami bangun bersama.Mereka melupakanku,bersifat acuh dan membiarkanku layaknya seseorang yang tidak mengenalku sama sekali.Aku tidak tau kenapa dia bersikap seperti itu berubah ntah apa penyebabnya.

Saat itu pagi-pagi aku sudah ada di sekolah berniat untuk mengucapkan hari jadi persahabatan kita,tapi saat aku mengucapkan kata demi kata “Selamat Hari Jadi Sahabatku Sayang”dia hanya merespon ku dengan senyuman yang melekat pada bibirnya.Respon itu membuat saya merasa sakit hati,tetapi saya tidak peduli karna dihari ini kita  merayakan hari jadi persahabatan,aku sabar akan perlakuan kamu terhadapku.

Hari berlalu begitu cepat tapi keadaannya masih tetap sama seperti beberapa hari yang lalu dia masih menyendiri,hingga aku bulatkan tekadku untuk berbicara dengannya saat pulang sekolah tiba. “TET,,,TET,,,TET,,,”Bel sekolahpun dibunyikan.Aku pergi kesuatu tempat dan mengobrol dengannya,tepatnya di belang sekolah.Saat aku bertanya dia tak merespon,lama kelamaan aku bicara akhirnya dia mau bicara denganku.

”hey,,ada apa denganmu akhir-akhir ini kamu sering menyendiri,lagi ada masalah yaaa? Cerita aja siapa tau aku bisa membantumu.”ucapku. “Iya aku memang lagi ada masalah”kata dia "apa masalahnya?" Ucapku.”Masalahnya adalah kamu”. “aku?apa maksudmu?”(aku bingung dengan apa yang dikatakanya).Setelah itu dia pergi meninggalkan tanpa meneruskan omonganya tadi dan membiarkanku kebingungan sendiri.

Keesokan harinya,aku menjumpainya kembali dan terus bertanya tentang perkataanya kemarin.”apa maksud kamu masalahnya adalah aku”ucapku.”Iya kamu karena orang tuaku selalu saja memujimu saat kau datang ke rumahku PUAS” dia pergi meninggalkanku dengan memberi luka yang amat besar kepadaku,aku menangis tersedu-sedu aku tidak mengerti kenapa ini semua terjadi padaku.Aku pulang dengan perasaan yang sangat sedih.

“Tuhan,kenapa ini harus terjadi kepadaku?sungguh aku tak mengerti dengan apa yang kau lakukan ini padaku.Apakah kau menghukumku? Jangan hukuman seperti ini tuhan aku sangat menyayangi sahabat ku itu....” Ucapku. “Apakah ini semua salahku? aku tidak tau kalo ujungnya akan seperti ini ". Sepanjang hari aku mengurung diri dikamar. Tuhan aku sangat merindukannya dia sosok sahabat yang sesungguhnya.

Hari berlalu begitu cepat,dengan cepatnya dia melupakanku dan sudah mempunyai sahabat yang baru.Dan aku begitu lemah aku tak berdaya aku hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu. “Aku sangat merindukanmu,Sahabatku” karena sampai saat ini pun aku belum menemukan sahabat yang sepertimu,yang mengerti dan mau menerima sifat burukku.Mungkin inilah waktu persahabatan kita sedang di uji dan butuh waktu masing-masing untuk introspeksi diri.  

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan,tetapi bukan pada saat kita membutuhkan dan pergi saat ada pertengkaran.Kapanpun kau butuh aku,aku akan selalu ada untukmu! Menunggumu dari kajauhan! Menunggumu kembali menjadi seperti dulu! Menjadi sepasang sahabat yang saling memahami,aku yakin suatu saat nanti kita akan bersama seperti dulu lagi.

Selasa, 14 Januari 2020

TUGAS 3

SANGKURIANG

Gambar1
Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak tersebut sangat gemar berburu di dalam hutan. Setiap berburu, dia selalu ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sebenarnya adalah titisan dewa, dan juga bapak kandung Sangkuriang, tetapi Sangkuriang tidak tahu hal itu dan ibunya memang sengaja merahasiakannya. Pada suatu hari, seperti biasanya Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu. Setelah sesampainya di hutan, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia melihat ada seekor burung yang sedang bertengger di dahan, lalu tanpa berpikir panjang Sangkuriang langsung menembaknya, dan tepat mengenai sasaran. Sangkuriang lalu memerintah Tumang untuk mengejar buruannya tadi, tetapi si Tumang diam saja dan tidak mau mengikuti perintah Sangkuriang. Karena sangat jengkel pada Tumang, maka Sangkuriang lalu mengusir Tumang dan tidak diijinkan pulang ke rumah bersamanya lagi.
Gambar 2


Sesampainya di rumah, Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Begitu mendengar cerita dari anaknya, Dayang Sumbi sangat marah. Diambilnya sendok nasi, dan dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Karena merasa kecewa dengan perlakuan ibunya, maka Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya.  Setelah kejadian itu, Dayang Sumbi sangat menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari, dan meminta agar suatu hari dapat bertemu dengan anaknya kembali. Karena kesungguhan dari doa Dayang Sumbi tersebut, maka Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, akhirnya ia berniat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya di sana, dia sangat terkejut sekali, karena kampung halamannya sudah berubah total. Rasa senang Sangkuriang tersebut bertambah ketika saat di tengah jalan bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik jelita, yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona dengan kecantikan wanita tersebut, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Akhirnya lamaran Sangkuriang diterima oleh Dayang Sumbi, dan sepakat akan menikah di waktu dekat. Pada suatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Sebelum berangkat, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan dan merapikan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, karena pada saat dia merapikan ikat kepala Sangkuriang, Ia melihat ada bekas luka. Bekas luka tersebut mirip dengan bekas luka anaknya. Setelah bertanya kepada Sangkuriang tentang penyebab lukanya itu, Dayang Sumbi bertambah tekejut, karena ternyata benar bahwa calon suaminya tersebut adalah anaknya sendiri.Dayang Sumbi sangat bingung sekali, karena dia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Setelah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi mencoba berbicara kepada Sangkuriang, supaya Sangkuriang membatalkan rencana pernikahan mereka. Permintaan Dayang Sumbi tersebut tidak disetujui Sangkuriang, dan hanya dianggap angin lalu saja.
Gambar 3


Setiap hari Dayang Sumbi berpikir bagaimana cara agar pernikahan mereka tidak pernah terjadi. Setelah berpikir keras, akhirnya Dayang Sumbi menemukan cara terbaik. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang. Apabila Sangkuriang dapat memenuhi kedua syarat tersebut, maka Dayang Sumbi mau dijadikan istri, tetapi sebaliknya jika gagal maka pernikahan itu akan dibatalkan. Syarat yang pertama Dayang Sumbi ingin supaya sungai Citarum dibendung. Dan yang kedua adalah, meminta Sangkuriang untuk membuat sampan yang sangat besar untuk menyeberang sungai. Kedua syarat itu harus diselesai sebelum fajar menyingsing. Sangkuriang menyanggupi kedua permintaan Dayang Sumbi tersebut, dan berjanji akan menyelesaikannya sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dimilikinya, Sangkuriang lalu mengerahkan teman-temannya dari bangsa jin untuk membantu menyelesaikan tugasnya tersebut. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Betapa terkejutnya dia, karena Sangkuriang hampir menyelesaiklan semua syarat yang diberikan Dayang Sumbi sebelum fajar. Dayang Sumbi lalu meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menggelar kain sutera berwarna merah di sebelah timur kota. Ketika melihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang mengira kalau hari sudah menjelang pagi. Sangkuriang langsung menghentikan pekerjaannya dan merasa tidak dapat memenuhi syarat yang telah diajukan oleh Dayang Sumbi. Dengan rasa jengkel dan kecewa, Sangkuriang lalu menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri. Karena jebolnya bendungan itu, maka terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.