Sahabat Yang
Dirindukan
Namaku irma
aryanti aku mempunyai 1 orang sahabat baik,cantik
dan juga pintar.Aku memang baru mengenalnya tapi dia sosok sahabat yang baik
yang pernah aku kenal.Saat pertama kali aku bertemu dengannya dia membatu masalah yang aku
alami waktu ini dia menolongku keluar dari masalah yang aku alami.Kita satu
sekolah tetapi kita tidak satu kelas.Tapi selalu menyempatkam setiap jam
istirahat selalu menghabiskan waktu
bersama.
Saat bersama,
kita bersama tertawa melakukan hal-hal seperti layaknya anak kecil bermain congklak dan seperti anak remaja pada
umumnya.Aku sering bermain bersama ke rumahnyah,kita bersama bermain
menghabiskan waktu dirumah.Begitu pun kadang bermain dirumahku hingga orang tua
ku menganggap sebagai anak sendiri begitu pun dengan dia.Aku sangat senang
memiliki sahabat seperti dia yang selalu ada.
Sampai tiba
saatnya dihari pertama masuk sekolah ,saat itu aku tidak bertemu karena hibur
sekolah,saat itu kami sudah 2 tahun bersama,tapi tiba-tiba dia berubah dia melupakan
kenangan demi kenangan yang kami bangun bersama.Mereka melupakanku,bersifat
acuh dan membiarkanku layaknya seseorang yang tidak mengenalku sama sekali.Aku
tidak tau kenapa dia bersikap seperti itu berubah ntah apa penyebabnya.
Saat itu
pagi-pagi aku sudah ada di sekolah berniat untuk mengucapkan hari jadi
persahabatan kita,tapi saat aku mengucapkan kata demi kata “Selamat Hari Jadi
Sahabatku Sayang”dia hanya merespon ku dengan senyuman yang melekat pada
bibirnya.Respon itu membuat saya merasa sakit hati,tetapi saya tidak peduli karna
dihari ini kita merayakan hari jadi
persahabatan,aku sabar akan perlakuan kamu terhadapku.
Hari berlalu
begitu cepat tapi keadaannya masih tetap sama seperti beberapa hari yang lalu
dia masih menyendiri,hingga aku bulatkan tekadku untuk berbicara dengannya saat
pulang sekolah tiba. “TET,,,TET,,,TET,,,”Bel sekolahpun dibunyikan.Aku pergi
kesuatu tempat dan mengobrol dengannya,tepatnya di belang sekolah.Saat aku
bertanya dia tak merespon,lama kelamaan aku bicara akhirnya dia mau bicara
denganku.
”hey,,ada apa
denganmu akhir-akhir ini kamu sering menyendiri,lagi ada masalah yaaa? Cerita
aja siapa tau aku bisa membantumu.”ucapku. “Iya aku memang lagi ada
masalah”kata dia "apa masalahnya?" Ucapku.”Masalahnya adalah kamu”. “aku?apa
maksudmu?”(aku bingung dengan apa yang dikatakanya).Setelah itu dia pergi
meninggalkan tanpa meneruskan omonganya tadi dan membiarkanku kebingungan sendiri.
Keesokan
harinya,aku menjumpainya kembali dan terus bertanya tentang perkataanya
kemarin.”apa maksud kamu masalahnya adalah aku”ucapku.”Iya kamu karena orang
tuaku selalu saja memujimu saat kau datang ke rumahku PUAS” dia pergi
meninggalkanku dengan memberi luka yang amat besar kepadaku,aku menangis
tersedu-sedu aku tidak mengerti kenapa ini semua terjadi padaku.Aku pulang
dengan perasaan yang sangat sedih.
“Tuhan,kenapa
ini harus terjadi kepadaku?sungguh aku tak mengerti dengan apa yang kau lakukan
ini padaku.Apakah kau menghukumku? Jangan hukuman seperti ini tuhan aku sangat
menyayangi sahabat ku itu....” Ucapku. “Apakah ini semua salahku? aku tidak tau
kalo ujungnya akan seperti ini ". Sepanjang hari aku mengurung diri dikamar. Tuhan
aku sangat merindukannya dia sosok sahabat yang sesungguhnya.
Hari berlalu
begitu cepat,dengan cepatnya dia melupakanku dan sudah mempunyai sahabat yang
baru.Dan aku begitu lemah aku tak berdaya aku hanya ingin menyampaikan sesuatu
kepadamu. “Aku sangat merindukanmu,Sahabatku” karena sampai saat ini pun aku
belum menemukan sahabat yang sepertimu,yang mengerti dan mau menerima sifat
burukku.Mungkin inilah waktu persahabatan kita sedang di uji dan butuh waktu
masing-masing untuk introspeksi diri.
Proses dari
teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan,tetapi
bukan pada saat kita membutuhkan dan pergi saat ada pertengkaran.Kapanpun kau
butuh aku,aku akan selalu ada untukmu! Menunggumu dari kajauhan! Menunggumu
kembali menjadi seperti dulu! Menjadi sepasang sahabat yang saling memahami,aku
yakin suatu saat nanti kita akan bersama seperti dulu lagi.





